hilang
lenyap
kosong
tiada
hampa
sunyi
hujan!
kelok rambu jalan
tersesat
mati dgn cantik
aku ingin
rambu kepada jalan
menjelma
hidup
rangkai
peta
ngawur
bedah
rusak
bego!
gila
hitung
degub
jantung
rindu!
balada orang tua yang sekarat malaikat tak sanggup menahan tawa saat menjemputnya
akhirnya ga jadi
mati!
perempuan
jalang
owalah
jika malam
jika mimpi
dalam mati
sunyi
berenda
basah
gila!
aku
bahagia
hehe
haha
apa?
hanya
rindu
itu
rindu
itu
pasang
urban
tari
ratu
itu
rindu
aku
mau
aku
dirimu
aku
ngilu
itu
bertanya?
arti?
ga ada!
silakan
Kamis, 14 Juli 2016
Selasa, 12 Juli 2016
Jumat, 01 Juli 2016
coretan awal juli
akan tiba suatu masa ketika sayap kupu hinggap di tempat yang tepat dan berhenti berkepak
pada suatu hidup waktu adalah kepakan sayap kupu
berpindah dari hinggap ke hinggap dan tak melulu tentang bunga
madu bunga itu sudra, katanya
ya Tuhan yang menciptakan Ramadhan aku merinding
di bulan ini ibadah begitu mudah setiap detiknya terasa indah momen yang pas untuk berbenah
ampuni segala kesalahan kedua orang tuaku, ampuni kesalahan kekasihku ampuni semua orang dan ampunilah aku
bimbinglah kami agar semakin mesra denganMu
angin ramadhan berbisik cepatlah mudik
waktunya menumpahkan rindu yang semakin mengusik
jangan mengeluh tentang macet jalanan justru itulah yang buat kamu semakin terdidik
bermimpilah semimpi-mimpinya dan kau akan terbangun saat arus balik.
terima kasih atas nikmatMu ya Tuhan
Minggu, 26 Juni 2016
bismillah
di malam ramadhan yg penuh berkah ini
aku berdoa
ya Tuhan
aku ingin berbincang sama riri
aamiin
Rabu, 22 Juni 2016
pagi ri
untuk
seorang
perempuan
yang pergi
do you know
that i've been out of my mind
this slow life i'm waiting for you
to swing me all of your line
do you know
― without you, oh wonder
aku tidak pernah ragu akan
kemampuanmu melepaskanku.
tidak pula aku ragu bahwa kamu
berani hidup tanpa kehadiranku
walaupun kamu pernah berkata:
"bohong jika tidak ada kesedihan
di dalam diriku saat kamu pergi."
seperti aku mengakui bahwa di
balik senyum dan tawaku
sesungguhnya adalah rasa sepi,
murung, dan rindu, yang
sebabnya hanya satu:
kehilanganmu.
"jatuh cintalah," katamu.
jatuh cintalah, katamu, agar kita tidak
saling bertarung siapa sebenarnya di
antara kita yang paling patah hati.
tetapi bagaimana caranya aku
bisa jatuh cinta lagi,
jika masih dirimu dan hanya
kamu yang menjadi tujuan
harapan-harapan terdalamku?
"jatuh cintalah," katamu
agar kita tidak bertanya-tanya situasi
satu sama lain: "sedang sedihkah
atau berbahagiakah dia?"
tetapi bagaimana aku berpaling,
jika sebagian besar kesenduan
dan kesyahduan pikiranku masih
seutuhnya bergantung pada
kabarmu?
"jatuh cintalah," katamu,
agar kita tidak diserang rasa nelangsa
dan sakit kesepian
tetapi bagaimana aku merangkai
senyum untuk diriku sendiri, jika
seluruh alasan agar cuaca hatiku
cerah adalah kedatangan pesan-
pesanmu untukku?
kamu adalah sang
pemberani.
tidak pernah aku ragu
bahwa kamu mampu
melepaskanku.
tetapi, aku si
penakut. selalu
enggan menerima
kenyataan bahwa
kamu sudah siap
sepenuhnya pergi
dari hidupku.
I MISS YOU
seorang
perempuan
yang pergi
do you know
that i've been out of my mind
this slow life i'm waiting for you
to swing me all of your line
do you know
― without you, oh wonder
aku tidak pernah ragu akan
kemampuanmu melepaskanku.
tidak pula aku ragu bahwa kamu
berani hidup tanpa kehadiranku
walaupun kamu pernah berkata:
"bohong jika tidak ada kesedihan
di dalam diriku saat kamu pergi."
seperti aku mengakui bahwa di
balik senyum dan tawaku
sesungguhnya adalah rasa sepi,
murung, dan rindu, yang
sebabnya hanya satu:
kehilanganmu.
"jatuh cintalah," katamu.
jatuh cintalah, katamu, agar kita tidak
saling bertarung siapa sebenarnya di
antara kita yang paling patah hati.
tetapi bagaimana caranya aku
bisa jatuh cinta lagi,
jika masih dirimu dan hanya
kamu yang menjadi tujuan
harapan-harapan terdalamku?
"jatuh cintalah," katamu
agar kita tidak bertanya-tanya situasi
satu sama lain: "sedang sedihkah
atau berbahagiakah dia?"
tetapi bagaimana aku berpaling,
jika sebagian besar kesenduan
dan kesyahduan pikiranku masih
seutuhnya bergantung pada
kabarmu?
"jatuh cintalah," katamu,
agar kita tidak diserang rasa nelangsa
dan sakit kesepian
tetapi bagaimana aku merangkai
senyum untuk diriku sendiri, jika
seluruh alasan agar cuaca hatiku
cerah adalah kedatangan pesan-
pesanmu untukku?
kamu adalah sang
pemberani.
tidak pernah aku ragu
bahwa kamu mampu
melepaskanku.
tetapi, aku si
penakut. selalu
enggan menerima
kenyataan bahwa
kamu sudah siap
sepenuhnya pergi
dari hidupku.
I MISS YOU
(Karya B. Batubara)
Sabtu, 11 Juni 2016
DALAM DOA (Sapardi Djoko Darmono)
DALAM DOA : I
Kupandang ke sana : Isyarat-syarat dalam cahaya
Kupandang semesta
Ketika Engkau seketika memijar dalam kata
Terbantum menjelma gema
Kemudian daun bertahan pada tangkainya
Ketika hujan tiba. Kudengar bumi sedia kala
Tiadapun diantara Kita: dingin
Semakin membara sewaktu berhembu angin
(1968)
DALAM DOA : II
Saat tiada pun tiada
Aku berjalan (tiada-
Gerakan, serasa
Isyarat kita) kita pun bertemu
Sepasang Tiada
Tersuling (tiada-
Gerakan, serasa
Nikmat): Sepi meninggi
(1968)
DALAM DOA : III
Jejak-jejak bunga selalu; betapa tergoda
Kita untuk berburu, terjun
Di antara raung warna
Sebelum musim meninggalkan daun-daun
Akan tersesat dimana kita
(terbujuk jejak-jejak Bunga): nantinya: atau
Terjebak juga bayang-bayang Cahaya
Dalam nafsu kita risau
(1968)
Sapardi Djoko Darmono
tak sanggup aku tak menangis ketika membaca semua ini
aku terisak keindahan kata sapardi
sang perenda hujan bulan Juni
sehat selalu ya pak Sapardi
puisimu indah!
aku ingin berbagi keindahan ini denganmu
Dengan puisi ini aku serasa memelukmu dalam doa
Indahkan juga harimu
Dan maafkan aku...
Riri Putri Ramadani
Rabu, 08 Juni 2016
ah
yasudah aku menyebutmu jalang!
penari telanjang
yang bugil
meliuk liuk di atas awan
kedinginan
dan menggigil
lalu kesepian
dan terisak
kau seorang jalang yang mengalun indah di kepalaku
kau seorang jalang ramadhan yang berlumur rindu
hei jalang !
bekunjunglah kesini
jika enggan
biar aku bakar birahi rindu ini
agar bercahaya
memancar hingga kesana
lalu menjadi abu sepii
aku menangis
jika mengingatku adalah deritamu
bakarlah kenanganmu di puncak gunung itu
agar aku moksha dengan sempurna..
dan terisak
kau seorang jalang yang mengalun indah di kepalaku
kau seorang jalang ramadhan yang berlumur rindu
hei jalang !
bekunjunglah kesini
jika enggan
biar aku bakar birahi rindu ini
agar bercahaya
memancar hingga kesana
lalu menjadi abu sepii
aku menangis
jika mengingatku adalah deritamu
bakarlah kenanganmu di puncak gunung itu
agar aku moksha dengan sempurna..
Langganan:
Postingan (Atom)
