blog ini terbuka hanya untuk pembaca yang diundang saja
Jumat, 11 November 2016
Selasa, 08 November 2016
Warning!
Kenapa kamu mengetuk pintu? Dan sekali lagi kutegaskan Aku tak kan pernah lagi menginginkan perjumpaan meskipun hanya dalam ingatan !
Selasa, 01 November 2016
selamat pergi :p
akhirnya kau hilang
Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di mana-mana.
Di udara dingin yang menyusup di bawah pintu atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh.
Di sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan tidak dibersihkan atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari tangan seorang bocah.
Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong.
Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota seperti perpustakaan raksasa yang meleleh.
Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di mana-mana.
Di udara dingin yang menyusup di bawah pintu atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh.
Di sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan tidak dibersihkan atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari tangan seorang bocah.
Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong.
Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota seperti perpustakaan raksasa yang meleleh.
Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi, udara, dan aroma makanan yang kurang atau terlalu matang.
Aku menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong saat aku pulang dengan kamera dan kepala berisi orang-orang murung yang tidak kukenal.
Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar.
Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu.
Tidak sopan, katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan
Akhirnya kau hilang.
Kau meninggalkan aku — dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa.
Aku menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong saat aku pulang dengan kamera dan kepala berisi orang-orang murung yang tidak kukenal.
Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar.
Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu.
Tidak sopan, katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan
Akhirnya kau hilang.
Kau meninggalkan aku — dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa.
(M Aan Mansyur)
aku yang mengusirmu,dan aku merasa kehilanganmu
berbahagialah sekarang sayang
aku tak tega
jika ada seseorang yang sedang dekat denganmu
dan kamu nyaman bersamanya tetapi disisi lain kamu merasa tertekan karena ada aku, sekarang kamu bebas sayang
berbahagialah
saat kamu merasa sepi lalu kau ingin jalan-jalan dengan seorang lelaki tak perlu lagi kamu merasa di awasi, karena sekarang aku sudah pergi.
berbahagialah sayang
lepaskan dan ikhlaskan aku dengan begitu kamu tidak akan lagi tersiksa oleh kejamnya rindu
hiduplah dengan bahagia
maafkan aku pernah mengikatmu, mengekangmu dengan rindu dan hanya bisa memelukmu dengan kata
aku hanya merasa cinta ini tak ada artinya jika kamu tak bahagia
untuk sekarang ini tak ada yang lebih membahagiakanku selain melihatmu bahagia
kamu mungkin akan jengkel dengan ini semua
tapi waktu akan membuka lembar baru dihidupmu dengan tersenyum
bukan dengan rindu yang menusuk-nusuk
berbahagialah!
aku disini memeluk kenanganmu juga dengan bahagia
jangan menangis karena itu yang membuatku semakin teriris
jangan bersedih itu justru membuatku semakin pilu
jangan merasa bersalah tenang saja aku yang salah aku yang pongah
aku yang bodoh
semoga hari-harimu semakin indah setelah ini
semoga bahagiamu semakin nyata bukan hanya dengan kata
semoga semakin banyak orderan gambarnya ya hehehe gambarmu bagus!
semoga yang kusemogakan menjadi kenyataan
aamiin
Minggu, 30 Oktober 2016
iya idk
kamu masih yang terbaik
tidak usah melakukan pembelaan apapun
kukira kataku sudah jelas
aku memang sedikit jengkel akibat acaraku ttg 5 menit yang ga mutu itu
tapi bukan itu masalahnya
kita bahkan pernah saling diam berbulan bulan bukan?
tentang skripsi kamu memang ga pernah serius !
dan tentang keadilan
758610FB
silakan
jika kamu kira aku berpesta pora
kamu benar!
benar-benar meragukan cintaku.
dan jika ingin tau siapa yang kucinta saat ini
buka saja judul Nama Cinta
ada nama seseorang disana
mudah saja menemukannya jika kamu peka
tidak usah melakukan pembelaan apapun
kukira kataku sudah jelas
aku memang sedikit jengkel akibat acaraku ttg 5 menit yang ga mutu itu
tapi bukan itu masalahnya
kita bahkan pernah saling diam berbulan bulan bukan?
tentang skripsi kamu memang ga pernah serius !
dan tentang keadilan
758610FB
silakan
jika kamu kira aku berpesta pora
kamu benar!
benar-benar meragukan cintaku.
dan jika ingin tau siapa yang kucinta saat ini
buka saja judul Nama Cinta
ada nama seseorang disana
mudah saja menemukannya jika kamu peka
Sabtu, 29 Oktober 2016
pergi! 2
aku mengusirmu tanpa ampun :p
pergi saja sana
dengan gini aja njenengan sudah bahagia ko hehehe
tenang saja
main usir-usiran enak kan?
aku harus mengusirmu dulu baru kamu buka ig
owalah
selamat pergi ya
selamat berpisah
selamat tengadah
semoga ini keputusan yang baik
kita sekarang jadi mantan saja
biar kaya orang orang
marahan dulu yaa
biar kaya orang normal
agar dikira kita normal
bukan tidak mungkin dari doa kemaren
akan terkabul
dan tiba lagi masaku
kembali mengobrak-abrik kutangmu
meremasi susumu
memlintir-mlintir puting susumu
aku tak sedang beranalogi
dan memanglah benar itu yang kkuinginkan
aku ini sedang di landa badai nafsu
maka aku mengusirmu
agar njenengan tak jadi korban
aku ingin kesucian cinta terjaga
nafsu ini kuda liar yang binal
kamu tau kan beetapa blak-blakannya aku
entah ini dmi kebaikanmu atau aku
aku mengusirmu
urusi saja sibukmu
dan semoga cepet selesai semua masalahmu
pergi saja sana
dengan gini aja njenengan sudah bahagia ko hehehe
tenang saja
main usir-usiran enak kan?
aku harus mengusirmu dulu baru kamu buka ig
owalah
selamat pergi ya
selamat berpisah
selamat tengadah
semoga ini keputusan yang baik
kita sekarang jadi mantan saja
biar kaya orang orang
marahan dulu yaa
biar kaya orang normal
agar dikira kita normal
bukan tidak mungkin dari doa kemaren
akan terkabul
dan tiba lagi masaku
kembali mengobrak-abrik kutangmu
meremasi susumu
memlintir-mlintir puting susumu
aku tak sedang beranalogi
dan memanglah benar itu yang kkuinginkan
aku ini sedang di landa badai nafsu
maka aku mengusirmu
agar njenengan tak jadi korban
aku ingin kesucian cinta terjaga
nafsu ini kuda liar yang binal
kamu tau kan beetapa blak-blakannya aku
entah ini dmi kebaikanmu atau aku
aku mengusirmu
urusi saja sibukmu
dan semoga cepet selesai semua masalahmu
Kamis, 27 Oktober 2016
pergi!
suara suara kesedihan
suara kesedihan kamu dengarkan sendiri
bagai tangisan tengah malam yang begitu memilukan
kamu tak pernah tau dimana sumber suara itu
sebab suara itu sudah merasuk masuk ke gendang telingamu
suaraku
aku tak mengerti sampai kapan suara piluku terus menyetubuhimu
meremas remas susumu
hingga kau layu
pasrah dalam buaian penuh nafsu
suara-suara tentang sepi
kenangan
apapun tentang kamu
dan aku memang tak melakukan apa-apa
hanya bersuara
maafkan aku
carilah laki-laki yang baik
yang mampu meringkas fana ini
hingga hidupmu penuh cinta
jangan kasih aku harapan!
pergilah!
kemasi bahagiamu
sedih jangan di bawa
biar aku yang mengurusnya
pergilah!
aku usir kamu
rapikan kutangmu
tonjok aku bila perlu
larilah kebukit
pandang luasnya dunia
pergilah
tak usah merasa bersalah
aku yang salah
aku yang menikmatimu
tanpa tahu pedulikan kamu
di hajar rindu
kamu harus berbahagia, sayang
tinggalkan aku
jika kau bilang aku menyerah
terserah!
mo bilang aku pongah pun
aku pasrah
aku ingin hidupmu lebih terarah
dan yang terpenting
selesaikan skripsimu
bahagiakan bapak ibumu
aku tau kamu mampu
hal remeh temeh kaya gitu yaelah jangan kelamaan lah
cukup dengan seriusmu juga jadi.
lanjutkan hidupmu nduukk
aku hanya ingin menyendiri aku ingin jadi pendiam
aku bahkan terlalu jalang untuk jadi binatang (Chairil Anwar) sampai sampai sepipun enggan menemani gantung diri tak bisa mati aku hanya bisa tak peduli
dan aku menantikan deru angin yang menenangkan dari Tuhan
suara kesedihan kamu dengarkan sendiri
bagai tangisan tengah malam yang begitu memilukan
kamu tak pernah tau dimana sumber suara itu
sebab suara itu sudah merasuk masuk ke gendang telingamu
suaraku
aku tak mengerti sampai kapan suara piluku terus menyetubuhimu
meremas remas susumu
hingga kau layu
pasrah dalam buaian penuh nafsu
suara-suara tentang sepi
kenangan
apapun tentang kamu
dan aku memang tak melakukan apa-apa
hanya bersuara
maafkan aku
carilah laki-laki yang baik
yang mampu meringkas fana ini
hingga hidupmu penuh cinta
jangan kasih aku harapan!
pergilah!
kemasi bahagiamu
sedih jangan di bawa
biar aku yang mengurusnya
pergilah!
aku usir kamu
rapikan kutangmu
tonjok aku bila perlu
larilah kebukit
pandang luasnya dunia
pergilah
tak usah merasa bersalah
aku yang salah
aku yang menikmatimu
tanpa tahu pedulikan kamu
di hajar rindu
kamu harus berbahagia, sayang
tinggalkan aku
jika kau bilang aku menyerah
terserah!
mo bilang aku pongah pun
aku pasrah
aku ingin hidupmu lebih terarah
dan yang terpenting
selesaikan skripsimu
bahagiakan bapak ibumu
aku tau kamu mampu
hal remeh temeh kaya gitu yaelah jangan kelamaan lah
cukup dengan seriusmu juga jadi.
lanjutkan hidupmu nduukk
aku hanya ingin menyendiri aku ingin jadi pendiam
aku bahkan terlalu jalang untuk jadi binatang (Chairil Anwar) sampai sampai sepipun enggan menemani gantung diri tak bisa mati aku hanya bisa tak peduli
dan aku menantikan deru angin yang menenangkan dari Tuhan
Rabu, 26 Oktober 2016
"Surat Kau" - Joko Pinurbo
Kau tak ada di kakiku
ketika aku membutuhkan langkahmu
untuk merambah rantauku
Kau tak ada di tanganku
ketika aku membutuhkan jarimu
untuk mengubah gundahku.
Kau tak ada di sarungku
ketika aku membutuhkan
jingkrungmu untuk meringkus dinginku.
Kau tak ada di bibirku
ketika aku membutuhkan aminmu
untuk meringkas inginku
Kau tak ada di mataku
ketika aku membutuhkan pejammu
untuk merengkuh tidurku.
mungkin kau sudah menjadi aku
sehingga tak perlu lagi aku
menanyakanmu.
(2013)
ketika aku membutuhkan langkahmu
untuk merambah rantauku
Kau tak ada di tanganku
ketika aku membutuhkan jarimu
untuk mengubah gundahku.
Kau tak ada di sarungku
ketika aku membutuhkan
jingkrungmu untuk meringkus dinginku.
Kau tak ada di bibirku
ketika aku membutuhkan aminmu
untuk meringkas inginku
Kau tak ada di mataku
ketika aku membutuhkan pejammu
untuk merengkuh tidurku.
mungkin kau sudah menjadi aku
sehingga tak perlu lagi aku
menanyakanmu.
(2013)
Langganan:
Postingan (Atom)