Jumat, 19 Februari 2021

Batasan

 seorang anak kecil berlarian dengan polosnya berkata, mama nanti kalo aku ulang tahun bikinin aku nasi kuning yang banyak aku mau perayaan. iya, jawab mamanya sambil tersenyum. nasi kuning memang sudah umum dalam perayaan tapi kenapa nasi kuning ? kata orang jawa dulu nasi kuning melambangkan emas, sebuah gunung emas yang berarti kemakmuran dalam hidup makanya biasa di sajikan dalam bentuk tumpeng. di bali juga nasi kuning dianggap sakral karena menjadi hidangan wajib dalam upacara kuningan. apapun itu ya nasi kuning buatan mama akan menjelma jadi masakan terenak di dunia untuk putriku tercinta. nasi kuning yang bakalan mama buat dari beras pak sukram. tak ada yang tau tempat tinggalnya bahkan petak sawahnya pun seperti dikaburkan dalam ingatan, orang- orang tak peduli, mereka hanya peduli pada beras pak sukram yang mampu membuat keajaiban. pak sukram adalah petani padi yang setiap bulirnya jika di makan seperti mendapatkan tetesan kenikmatan dari surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, bulir yang lembut yang pecaah di mulut yang rasanya tak bisa di temukan di makanan lain di bumi,mungkin pada suatu masa beras pak sukram akan menjadi penemuan yg di catat dalam buku guines worl record karena rekor kenikmatannya. 


mama berpikir keras di ranjang kemana harus mencari pak sukram? mama teringat tentang sebuah sindikat pencarian orang yang dia kenal bisa menemukan apa saja, sindikat rahasia yg hanya orang tertentu saja dapat mengenalnya, karena mama memang orang dalam istana jadi bisa bertemu siapa saja, mereka melacak keberadaan sukram dengan alatt canggih berbentuk seperti mata orang mengantuk yang tebal dan berlayar LCD layar sentuh di tengah dan runcing di kedua ujungnya cukup tuliskan nama seperti biasa alat itu akan menemukan titik koordinat dimana target berada, sukram nama di ketik dan loading....... 113 2' 51,288" Bujur Timur, 8 14' 7,3284" Lintang(LU/LS)  mama pun menuju titik tersebut dengan secepat kilat sampai di depan gang rumah pak sukram, permisi tok tok tok ! iyaa terdengar sahut dari dalam rumah dengan segera membukakan pintu, apakah ini benar dengan pak Sukram? iya benar jawabnya lalu mama pun terbangun dari tidurnya, belum sempat mengumpat Adzan subuh sudah ditelinga dan mama pun bergegas menuju kenyataan.

pagi tiba mama memimpin rapat bersama para pimpinan Sindikat Pencarian Sukram yang berjumlah 10 orang yang namanya terdaftar dalam pemimpin penting negara mereka semua adalah orang orang terbaik di bidangnya. gampang saja bu saya punya alat canggih yg sanggup mendeteksi hanya dari nama kita tahu dimana titik koordinatnya ijinkan saya mencobanya dulu dan mudah mudahan rapat ini selesai ujar salah satu peserta  rapat, "Sukram" nama di ketik namun tak ada hasil koordinat bla-bla-bla yg muncul, sudah lah buang saja alatmu mungkin alat itu cuma bekerja dalam mimpi! umpat mama kesal. rapat pun dilanjutkan diskusi hangat terjadi antara para pimpinan kita bikin surat saja kita utus para dubes di berbagai negara untuk menyurati Pemimpin di negara tersebut untuk menemukan Sukram diharapkan dengan hubungan baik kita mereka juga akan membentuk Satgas Pencari Sukram tapi sebelum itu kita harus ijin Presiden terlebih dahulu, dan kita pasang baliho- baliho serta iklan-iklan di seluruh dunia agar masyarakat turut serta untuk mencarinya. kita selipkan iklan di ajang miss universe sewaktu kontes bikini yang dalam waktu dekat ini di adakan pasti semua mata menuju kesana.kita ke dukun yang paling ampuh untuk mencarinya dan tak lupa sampaikan juga kepada para pemuka agama agar terus berdoa agar misi kita lancar ingat ya semua aku butuh Sukram 2 minggu lagi rapat pun ditutup setelah 5 jam dan pencarian dimulai.

3 hari berselang dunia gempar mencari nama sukram ada apa dengan sukram kenapa namanya muncul di kontes kecantikan kenapa baliho pengen ketemu sukram. sukram menjadi trending topic di seluruh dunia mengalahkan pelakor yang baru baru ini panas di medsos dan hilang dalam sekejap mata  ketutup dengan berita sukram, sebab orang pasti punya aib bedanya ada yg dibuka sama Tuhan ada yang belum.bayi-bayi yang lahir saat itu banyak yang di beri nama sukram ada yang repot repot ke kecamatan untuk mengganti namanya menjadi sukram agar dapat dipanggil pemimpin negara dan menjadi wakil sukram buat negaranya ada yang dari teknokrat ada dari owner perusahaan bahkan kepala jawatan berganti nama sukram, tapi semua gugur dalam seleksi sebab hanya Tim Sindikat Pencari Sukram lah yang tahu bahwa sukram adalah seorang petani padi. walaupun gugur dalam seleksi orang-orang memanfaatkannya buat maju di kancah politik dengan mendaftarkan diri sebagai caleg dll karena sudah merasa punya nama yang di elu-elukan di seluruh dunia. 

hari demi hari berlalu seperti sebuah bola salju menggelinding dari atas bukit nama sukram palsu merebak bagai virus yang susah sekali di bendung. hingga  muncul sebuah peraturan bahwa setiap orang yang hanya mengaku bernama sukram akan mendapatkan sanksi di pengadilan internasional yang sudah terlanjur memiliki nama itu pun harus di sumpah agar mempergunakan namanya dengan baik dan benar. walaupun di warnai aksi damai para pendukung nama sukram yang berjumlah jutaan orang  peraturan tersebeut tetap inkrah dan bersifat Final dan mengikat setelah ketok palu dan tidak bisa melakukan banding atau Peninjauan Kembali. 

hari hari berlalu segala upaya di lakukan laporan dukun di terima dicari dan nihil hasilnya, laporan dari para pimpinan sindikat pun tak banyak membantu, orang-orang banyak mencari dimana keberadaanya  sampai-sampai ada yang bertanya apa pak sukram itu malaikat ? mama yang murung singgah di sebuah tempat ibadah tua yang sudah reot untuk melakukan kewajibannya di sela-sela pencariannya dan bertemu seorang kakek tua yang berjalan menunduk dengan langkah tertatih di sela tangisannya kakek pun bergumam "bahkan Tuhan saja tak memaksakan ajaran Nya" mama menunduk dengan nafas yang tersengal-sengal.

Senin, 08 Februari 2021

ratna mutu manikam

Hidup dipaksa berjalan maju oleh waktu, dan aku ingin mundur, walau mengulang kesedihan itu sekali lagi. 

Tidak ada daun jatuh kecuali kehendak Tuhan semua kejadian berlalu begitu cepat aku sekarang tersadar jalani hidup dengan biasa saja dengan semestinya rendahkan tingkat bahagia.

Tidak boleh murung tidak boleh berjalan seperti orang mengantuk, tidak boleh mengutuk, biasa saja sederhana saja hidup dihutan dengan celana kulit kayu saja. Ga usah tau apa apa ga usah ingin apa apa ga usah inginkan surga. Biar itu jadi urusan Tuhan. 

Tukang cukur dengan wajah mengantuk memotong rambutku bertanya "sepatu yg no. 2 atau 3 nih?" 2 aja pak . Jawabku 
Sepatu pisau cukur merupakan hal baru buatku dan beliau menanyakan itu kujawab sekenaku. Semoga saja itu jawaban Tuhan. 
Sungguh pun aku tak tahu apa tukang cukur itu sadar bahwa aku baru pertama kesitu. 

Kalkulator di depanku menggelitik mataku dan aku masih tak berniat menggunakannya. Kalkulator bagiku hanya penting di padang mahsyar. Di dunia ini kita bisa menghitung apa ? Untuk serendahnya tingkat bahagia  cukup dihitung dengan jari untuk pemikiran sederhana cukup dengan bergumam dalam hati. Tak perlu rumus yg menye menye dalam hidup. Lalu timbul pertanyaan, apakah dengan seperti itu peradaban akan berkembang ? 
Orang orang sederhana tak memikirkan itu. 
Toh peradaban berkembang alam juga mundur ? 
Peradaban itu apa ? 
Memang harus peradaban berkembang ? 
Apakah dengan peradaban berkembang bukti manusia semakin maju ? 
Maju itu apa ?
Orang orang sederhana bertanya perihal sederhana. Dengan pemikiran sederhana bahkan cinta yg sederhana. 

Dan kalimat yg sederhana untukmu
"Selamat menikah bahagiakan suamimu bahagiakan hidupmu" 

Sehat selalu 


Selasa, 17 Maret 2020

Hai juga

Selamat malam nduk 
Selamat berbahagia, akupun Tak apa, walau kita mungkin tak bisa bertukar peluk tapi selalu ada sesuatu yg bisa ditukar seperti bertukar surat undangan mungkin. Hehehe
Aku ingin mengabarkan Perempuan yg jaraknya selemparan batu dari rumahku di solo sudah aku lamar. Sekarang aku hanya menunggu tanggal. "Kita bisa merencanakan menikah dengan siapa tapi tak bisa kau rencanakan cintamu untuk siapa" kata mbah sujiwo tedjo mungkin itu kata yg tepat untuk saat ini dan perihal rindu ataupun cinta kadang memang tak sesuai realita 
"Ah cinta mungkin bukan perjalanan ia juga tak berjarak, tapi padamu ia tak jua bisa sampai" :hasan aspahani

Aku hanya bisa mensyukuri apapun yg terjadi saat ini. 
Baca ini deh puisi dari umbu landu 

Seremoni
dengan mata pena kugali gali seluruh diriku
dengan helai helai kertas kututup nganga luka lukaku
kupancing udara di dalam dengan angin di tanganku
begitulah, kutulis nyawaMu senyawa dengan nyawaku.
1978

Terima kasih udah selalu berbahagia. 
Yang baik ya nduk 


Sabtu, 09 Maret 2019

Hari Pertama Sekolah JokPin

HARI PERTAMA SEKOLAH - Joko Pinurbo

Hari pertama sekolah aku langsung

berkelahi dengan teman sekelasku.

Dia tanya apa cita-citaku.
 
Aku jawab, “Aku ingin menjadi kenangan.”

Dia bilang aku goblok sekali karena seharusnya cita-citaku menjadi presiden.

Aku bilang, “Kamu goblok dua kali.”

2016

Selasa, 05 Maret 2019

Tentang PNS

selamat malam nduk
trima kasih sudah menulis lagi 
tentang PNS aku udah buat draftnya lho 2 tahun yang lalu dan ga pernah aku publish karena mbah tedjo sering bilang "cita-citamu PNS?"hahaha 
memang bener kata butet kartaredjasa "Urip mung mampir ngguyu"

njenengan iku lho nduk kalo ke jakarta mbok ya bilang walau mungkin ga ketemuan aku bisa wakilkan teman untuk sekedar mlengos di sekitarmu, untuk sekedar menikmati suasana dimana jakarta dengan kehadiranmu. seperti kisah umbu landu paranggi yang rela ngebis jogja malang hanya untuk lewat depan rumah perempuan yang di kasihinya lalu nyegat bis lagi dan pulang ke jogja. kisah cinta seorang wali puisi yg suci yg sakral cukup dengan meyusuri jalanan depan rumahnya saja sudah bahagia, apalagi ketemu apalagi ini apalagi itu apalagi anu. 

aku membayangkan kamu jalan lewat depan kampus dengan hati berdebar sambil malu-malu takut ketahuan trus jalan lagi menikmati keakraban jalan yang tiap hari kulalui, apa level cintamu sudah sekelas umbu ? jika memang begitu betapa beruntungnya aku nduuuk

Sekali lagi aku pinjam kata butet Urip mung mampir ngguyu hahaha

sekarang aku lagi seneng baca puisi ini nduk tolong dibaca walau puisi lama mungkin bisa mewakili kita 

Puisi: Mahakam – Korrie Layun Rampan (1953-2015)
Siapakah yang pulang dengan langkah masai
menyandang duka Adam yang pertama
mengempang arus sungai, membadung nasibnya?
Ia kah itu pelancong tak bernama. Menyusur semenanjung tenggara
istirah di sini. Menawarkan senja dalam desau prahara
setelah lelah mengedangkan jaring nasib melawan bencana
Siapakah masih mengaliri aku, o, sungai derita
rakit-rakit sarat biduk-biduk dan tongkang, detak jantung luka
memeram musim memberat mengimpikan birahi pada palungnya
Ia kah itu yang menggedor pintu dan jendela
malam-malam begiti. Dukakah itu duka dunia
menyusur sungaiku yang terus mengaliri dasar jiwa
Siapakah yang pulang dengan langkah masai
menyandang duka Adam yang pertama
mengempang arus sungai, membadung nasibnya?
Sumber: Suara Kesunyian (Budaya Jaya, Jakarta, 1981)
 aku bersyukur kamu sudah lulus 
aku bersyukur kamu sudah jadi PNS 
Aku bersyukur kamu sudah punya menteri 
dan aku bersyukur level cintamu sudah sekelas umbu landu....
Padaku.




Jumat, 29 Juni 2018

Waasalamualaikum

Nduk semuanya telah usai, aku sudah mantap dengan pilihanku, aku sudah kenalin perempuan itu pada ibuku dan beliau setuju, aku dan dia sudah sekian lama bersama tak ada pun satu puisi untuknya salutku pada perempuan itu bisa-bisanya lho tetap bertahan sama aku setelah tak kutemui sekian lama tak kuhubungi entah berapa waktu. Dia bilang dia menungguku setelah aku berselingkuh dengan beberapa perempuan dia tetap setia menungguku. Aku juga pernah bilang padanya "kalo kamu dideketin seseorang dan kamu suka kamu bilang saja, tak dukung!  Toh percuma saja nungguin aku yg ga jelas tujuannya kemana" . Sudah beberapa lelaki datang dengan segala cobanya untuk menyerahkan cintaku padanya mas tapi aku ga suka, sudah jgn ngomong yg aneh-aneh jalani saja sampai kamu punya tujuan, jawabnya. Dan aku jawab pula  owalah nduk-nduk kamu ini bodoh atau apa ko mau-maunya sama orang dengan wajah dan hati yg lebih asu dari bajingan ini tapi hanya dalam hati sambilr ngisep rokok.

Di pertemuan sore itu rasaku kian mantap hatiku kian hangat sambil terus omong kosong ini itu dia menyuruhku buka baju, selembar kaos yg sedianya jadi satu satunya pelindung tubuhku pun tanggal dia tarik tanganku mengusap usapkan lulur putih kasap di tangan dada dan punggungku sambil bicara badan apa tembok kamar mandi bisa lumuten kaya gini, aku di servis habis sampai buka baju yg pikirku awal tadi mau aneh aneh tapi pikiran itu sirna "dasar lelaki dipancing dikit aja sudah pgn macem macem, pekok pekok umpatku pada diriku. Sampai merem melek aku ngantuk diusek usek badanku dengan entah apa namanya lulur yg udah mengering perlu di usek usek mpe bersih dan dakinya ikut kebuang. mungkin sejatinya begitulah kita yg melumut menunggu padam dan hilang kita harus punya lulur!

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dan setabah hujan hujan bulan juni kata sapardi. Aku ingin mencintaimu dengan membabi buta kata saut. Aku ingin mencintaimu seperti maria yg menjahit celana isa dan dibawanya kesurga kata jokpin. Aku ingin mencintaimu seperti rahwana yg menculik sinta hingga sinta betah diculik kata sujiwo. Aku ingin mencintaimu dengan selalu mendoakan keselamatanmu kata agus noor.  dan didunia ini ada dua tipe perempuan yg pertama yg layak dijadikan istri yg kedua perempuan yg hanya bisa jadi puisi kata wira wahyu utama

Toples kacang mematung rokok bengong asbak luber berantakan kopi makin malam makin pait malam makin malam makin ramai ingatan. Dan akhirnya lulur menghapus semua. Cinta adalah perhatian Tuhan dengan caranya, Tuhan mengecup keningku lewat perempuan itu. Aku meradang haru.

Karena blog ini hanya untukmu aku tak kan banyak menulis untuk perempuan pilihanku. Aku sudahkan blog ini selesaikan semuanya.
Berbahagialah selalu doaku untukmu

Pamit