Senin, 08 Februari 2021

ratna mutu manikam

Hidup dipaksa berjalan maju oleh waktu, dan aku ingin mundur, walau mengulang kesedihan itu sekali lagi. 

Tidak ada daun jatuh kecuali kehendak Tuhan semua kejadian berlalu begitu cepat aku sekarang tersadar jalani hidup dengan biasa saja dengan semestinya rendahkan tingkat bahagia.

Tidak boleh murung tidak boleh berjalan seperti orang mengantuk, tidak boleh mengutuk, biasa saja sederhana saja hidup dihutan dengan celana kulit kayu saja. Ga usah tau apa apa ga usah ingin apa apa ga usah inginkan surga. Biar itu jadi urusan Tuhan. 

Tukang cukur dengan wajah mengantuk memotong rambutku bertanya "sepatu yg no. 2 atau 3 nih?" 2 aja pak . Jawabku 
Sepatu pisau cukur merupakan hal baru buatku dan beliau menanyakan itu kujawab sekenaku. Semoga saja itu jawaban Tuhan. 
Sungguh pun aku tak tahu apa tukang cukur itu sadar bahwa aku baru pertama kesitu. 

Kalkulator di depanku menggelitik mataku dan aku masih tak berniat menggunakannya. Kalkulator bagiku hanya penting di padang mahsyar. Di dunia ini kita bisa menghitung apa ? Untuk serendahnya tingkat bahagia  cukup dihitung dengan jari untuk pemikiran sederhana cukup dengan bergumam dalam hati. Tak perlu rumus yg menye menye dalam hidup. Lalu timbul pertanyaan, apakah dengan seperti itu peradaban akan berkembang ? 
Orang orang sederhana tak memikirkan itu. 
Toh peradaban berkembang alam juga mundur ? 
Peradaban itu apa ? 
Memang harus peradaban berkembang ? 
Apakah dengan peradaban berkembang bukti manusia semakin maju ? 
Maju itu apa ?
Orang orang sederhana bertanya perihal sederhana. Dengan pemikiran sederhana bahkan cinta yg sederhana. 

Dan kalimat yg sederhana untukmu
"Selamat menikah bahagiakan suamimu bahagiakan hidupmu" 

Sehat selalu 


Selasa, 17 Maret 2020

Hai juga

Selamat malam nduk 
Selamat berbahagia, akupun Tak apa, walau kita mungkin tak bisa bertukar peluk tapi selalu ada sesuatu yg bisa ditukar seperti bertukar surat undangan mungkin. Hehehe
Aku ingin mengabarkan Perempuan yg jaraknya selemparan batu dari rumahku di solo sudah aku lamar. Sekarang aku hanya menunggu tanggal. "Kita bisa merencanakan menikah dengan siapa tapi tak bisa kau rencanakan cintamu untuk siapa" kata mbah sujiwo tedjo mungkin itu kata yg tepat untuk saat ini dan perihal rindu ataupun cinta kadang memang tak sesuai realita 
"Ah cinta mungkin bukan perjalanan ia juga tak berjarak, tapi padamu ia tak jua bisa sampai" :hasan aspahani

Aku hanya bisa mensyukuri apapun yg terjadi saat ini. 
Baca ini deh puisi dari umbu landu 

Seremoni
dengan mata pena kugali gali seluruh diriku
dengan helai helai kertas kututup nganga luka lukaku
kupancing udara di dalam dengan angin di tanganku
begitulah, kutulis nyawaMu senyawa dengan nyawaku.
1978

Terima kasih udah selalu berbahagia. 
Yang baik ya nduk 


Sabtu, 09 Maret 2019

Hari Pertama Sekolah JokPin

HARI PERTAMA SEKOLAH - Joko Pinurbo

Hari pertama sekolah aku langsung

berkelahi dengan teman sekelasku.

Dia tanya apa cita-citaku.
 
Aku jawab, “Aku ingin menjadi kenangan.”

Dia bilang aku goblok sekali karena seharusnya cita-citaku menjadi presiden.

Aku bilang, “Kamu goblok dua kali.”

2016

Selasa, 05 Maret 2019

Tentang PNS

selamat malam nduk
trima kasih sudah menulis lagi 
tentang PNS aku udah buat draftnya lho 2 tahun yang lalu dan ga pernah aku publish karena mbah tedjo sering bilang "cita-citamu PNS?"hahaha 
memang bener kata butet kartaredjasa "Urip mung mampir ngguyu"

njenengan iku lho nduk kalo ke jakarta mbok ya bilang walau mungkin ga ketemuan aku bisa wakilkan teman untuk sekedar mlengos di sekitarmu, untuk sekedar menikmati suasana dimana jakarta dengan kehadiranmu. seperti kisah umbu landu paranggi yang rela ngebis jogja malang hanya untuk lewat depan rumah perempuan yang di kasihinya lalu nyegat bis lagi dan pulang ke jogja. kisah cinta seorang wali puisi yg suci yg sakral cukup dengan meyusuri jalanan depan rumahnya saja sudah bahagia, apalagi ketemu apalagi ini apalagi itu apalagi anu. 

aku membayangkan kamu jalan lewat depan kampus dengan hati berdebar sambil malu-malu takut ketahuan trus jalan lagi menikmati keakraban jalan yang tiap hari kulalui, apa level cintamu sudah sekelas umbu ? jika memang begitu betapa beruntungnya aku nduuuk

Sekali lagi aku pinjam kata butet Urip mung mampir ngguyu hahaha

sekarang aku lagi seneng baca puisi ini nduk tolong dibaca walau puisi lama mungkin bisa mewakili kita 

Puisi: Mahakam – Korrie Layun Rampan (1953-2015)
Siapakah yang pulang dengan langkah masai
menyandang duka Adam yang pertama
mengempang arus sungai, membadung nasibnya?
Ia kah itu pelancong tak bernama. Menyusur semenanjung tenggara
istirah di sini. Menawarkan senja dalam desau prahara
setelah lelah mengedangkan jaring nasib melawan bencana
Siapakah masih mengaliri aku, o, sungai derita
rakit-rakit sarat biduk-biduk dan tongkang, detak jantung luka
memeram musim memberat mengimpikan birahi pada palungnya
Ia kah itu yang menggedor pintu dan jendela
malam-malam begiti. Dukakah itu duka dunia
menyusur sungaiku yang terus mengaliri dasar jiwa
Siapakah yang pulang dengan langkah masai
menyandang duka Adam yang pertama
mengempang arus sungai, membadung nasibnya?
Sumber: Suara Kesunyian (Budaya Jaya, Jakarta, 1981)
 aku bersyukur kamu sudah lulus 
aku bersyukur kamu sudah jadi PNS 
Aku bersyukur kamu sudah punya menteri 
dan aku bersyukur level cintamu sudah sekelas umbu landu....
Padaku.




Jumat, 29 Juni 2018

Waasalamualaikum

Nduk semuanya telah usai, aku sudah mantap dengan pilihanku, aku sudah kenalin perempuan itu pada ibuku dan beliau setuju, aku dan dia sudah sekian lama bersama tak ada pun satu puisi untuknya salutku pada perempuan itu bisa-bisanya lho tetap bertahan sama aku setelah tak kutemui sekian lama tak kuhubungi entah berapa waktu. Dia bilang dia menungguku setelah aku berselingkuh dengan beberapa perempuan dia tetap setia menungguku. Aku juga pernah bilang padanya "kalo kamu dideketin seseorang dan kamu suka kamu bilang saja, tak dukung!  Toh percuma saja nungguin aku yg ga jelas tujuannya kemana" . Sudah beberapa lelaki datang dengan segala cobanya untuk menyerahkan cintaku padanya mas tapi aku ga suka, sudah jgn ngomong yg aneh-aneh jalani saja sampai kamu punya tujuan, jawabnya. Dan aku jawab pula  owalah nduk-nduk kamu ini bodoh atau apa ko mau-maunya sama orang dengan wajah dan hati yg lebih asu dari bajingan ini tapi hanya dalam hati sambilr ngisep rokok.

Di pertemuan sore itu rasaku kian mantap hatiku kian hangat sambil terus omong kosong ini itu dia menyuruhku buka baju, selembar kaos yg sedianya jadi satu satunya pelindung tubuhku pun tanggal dia tarik tanganku mengusap usapkan lulur putih kasap di tangan dada dan punggungku sambil bicara badan apa tembok kamar mandi bisa lumuten kaya gini, aku di servis habis sampai buka baju yg pikirku awal tadi mau aneh aneh tapi pikiran itu sirna "dasar lelaki dipancing dikit aja sudah pgn macem macem, pekok pekok umpatku pada diriku. Sampai merem melek aku ngantuk diusek usek badanku dengan entah apa namanya lulur yg udah mengering perlu di usek usek mpe bersih dan dakinya ikut kebuang. mungkin sejatinya begitulah kita yg melumut menunggu padam dan hilang kita harus punya lulur!

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dan setabah hujan hujan bulan juni kata sapardi. Aku ingin mencintaimu dengan membabi buta kata saut. Aku ingin mencintaimu seperti maria yg menjahit celana isa dan dibawanya kesurga kata jokpin. Aku ingin mencintaimu seperti rahwana yg menculik sinta hingga sinta betah diculik kata sujiwo. Aku ingin mencintaimu dengan selalu mendoakan keselamatanmu kata agus noor.  dan didunia ini ada dua tipe perempuan yg pertama yg layak dijadikan istri yg kedua perempuan yg hanya bisa jadi puisi kata wira wahyu utama

Toples kacang mematung rokok bengong asbak luber berantakan kopi makin malam makin pait malam makin malam makin ramai ingatan. Dan akhirnya lulur menghapus semua. Cinta adalah perhatian Tuhan dengan caranya, Tuhan mengecup keningku lewat perempuan itu. Aku meradang haru.

Karena blog ini hanya untukmu aku tak kan banyak menulis untuk perempuan pilihanku. Aku sudahkan blog ini selesaikan semuanya.
Berbahagialah selalu doaku untukmu

Pamit

Sabtu, 11 November 2017

Banyak nanya

tepat pukul 12 malam lubang dilangit langit kamarku terbuka dengan sendirinya seorang perempuan masuk dan bertanya apa hatimu masih ada?  apa boleh aku masuk?  apa ... Ndasmu! bentakku sebelum dia melanjutkan pertanyaannya.